Rabu, 02 November 2011
Adu Hebat iPhone 4S vs Samsung Galaxy SII
» Apple iPhone 4S vs Samsung Galaxy S II
Apple Inc. baru saja meluncurkan iPhone seri terbarunya, iPhone 4S. Publik pun merespon dengan baik, yang bisa dilihat dari lebih dari satu juta pembeli di tujuh negara yang memesan iPhone 4S di hari pertama penawarannya (pre-sale).
Untuk menyaingi iPhone 4S, Samsung dan Google juga mempersiapkan peluncuran Nexus Prime. Tapi, peluncuran yang awalnya direncanakan 11 Oktober ini ditunda, sebagai penghormatan dan tanda duka atas kematian pendiri Apple, Steve Jobs.
Tapi, Samsung masih memiliki Samsung Galaxy S II, yang masih dianggap sekelas dengan iPhone 4S. Bahkan, Galaxy S II dinobatkan sebagai ponsel terbaik tahun 2011 dalam T3 Award.
Samsung Galaxy S II menjadi "Phone of The Year" dalam ajang yang dicetuskan oleh majalah teknologi asal Inggris T3, setelah mengalahkan iPhone 4. Selain T3, laman teknologi TechRadar juga menyebut Samsung Galaxy S II sebagai ponsel terbaik, dan mengalahkan iPhone 4.
Lalu bisakah Samsung Galaxy S II bertahan sebagai yang terbaik dan mengalahkan iPhone 4S. Berikut merupakan perbandingannya, seperti dikutip dari Apple Insider:
Kecepatan:
Samsung Galaxy S II menggunakan prosesor Dual Core 1,5 atau 1,2 GhZ. Tapi sepertinya iPhone 4S sedikit unggul dengan prosesor A5 Dual Core produksi Apple.
Namun, iPhone 4S kalah dalam jaringan, karena masih menggunakan 3G (HSPA 14,4). Sedangkan Galaxy S II menggunakan jaringan 4G.
Spesifikasi:
iPhone 4S lebih baik dalam display, dengan layar Retina Display dan resolusi 960x640, dibanding layar Super AMOLED Plus dan resolusi 800x480. Tapi ukuran layar Galaxy S II lebih besar, yaitu 4,3 inch, jika dibandingkan layar 3,5 inch iPhone 4S.
Untuk kamera, kedua ponsel ini sama-sama memiliki 8MP. Tapi kamera Galaxy S II lebih unggul, yaitu 2MP, jika dibandingkan iPhone 4S yang hanya VGA. Untuk video pun, Galaxy S II memiliki 1080p High Profile, dibandingkan iPhone 4S yang hanya 1080p.
Tapi fitur Siri yang ada di iPhone 4S memang menjadikan kelebihan iPhone 4S, walau masih dalam versi beta. Sedangkan, Galaxy S II juga memiliki fitur aktivasi suara Vlingo.
Penggunaan:
Galaxy S II memiliki berat yang lebih ringan, hanya 4,3 ons, jika dibandingkan iPhone 4S yang 4,9 ons. Tapi dimensi iPhone 4 S terhitung lebih kecil dan tipis dari Galaxy S II.
Untuk baterai, kedua ponsel ini mengklaim punya daya tahan sama, dengan durasi 8 jam waktu bicara. Tapi, baterai di Galaxy S II bisa dicopot dan diganti, tidak seperti iPhone.
Konten:
Untuk aplikasi, jelas Android lebih unggul dibanding iOS dalam hal tersedianya banyak pilihan lokasi unduh, bisa dari Android Market, atau app-store pihak ketiga (seperti Samsung Apps). iPhone hanya bisa mencari app di AppStore. Tapi perlu diingat, AppStore memiliki lebih dari 500.000 app.
Selain app, Galaxy S II juga bisa digunakan sebagai remote control untuk HD-TV, terutama yang juga diproduksi Samsung.
Lainnya:
Untuk memori, iPhone 4S tidak memiliki eksternal storage. Tak hanya itu, harga pun disesuaikan dengan internal storage, semakin besar storage, akan semakin mahal. Untuk yang termurah 16GB, dibanderol harga US$199, sedangkan yang termahal 64GB harganya US$ 399.
Adapun harga Galaxy S II berkisar US$199 - 229. Galaxy S II memiliki internal storage 16GB dan memungkinkan eksternal storage walau hanya bisa hingga 32GB.
Menristek Dorong Swasta Kembangkan Green ICT
» Menkominfo Tifatul Sembiring
Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mendorong pihak swasta untuk mengembangkan riset dan teknologi yang berbasis teknologi hijau (Green Information, Communication, and Technology – Green ICT).
Untuk mempercepat kemajuan riset dan teknologi di Indonesia, Menristek juga mendorong konsep kolaborasi antara akademisi, pengusaha swasta, dan pemerintah. Menurut Gusti, selama ini embrio pengembangan riset dan teknologi di bidang lingkungan hidup sebenarnya sudah banyak, tapi terhambat banyak kendala, khususnya dana dan aplikasi.
“Dengan inisiatif dari sektor swasta, para ilmuwan 'hijau' di Indonesia bisa lebih berkarya, dan manfaatnya bisa segera dinikmati masyarakat, khususnya para pengguna ICT yang saat ini mencapai lebih dari 150 juta orang,” kata Gusti dalam konferensi internasional bertajuk ‘Green ICT for Asia’ di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa 1 November 2011.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, yang juga menghadiri konferensi tersebut, mendorong hal serupa. “Kalau industri ICT sudah semakin hijau, maka sektor lainnya juga akan semakin cepat beralih ke teknologi hijau, sehingga bisa tercipta industri teknologi hijau. Nah, ini yang akan menjadi penopang sekaligus pendorong pembangunan berkelanjutan di setiap sektor,” terang Tifatul.
PT Bakrie Telecom selaku penggagas konferensi itu berpendapat, industri ICT harus berperan lebih besar dalam mengurangi tingkat emisi karbon dan efek rumah kaca. Presiden Direktur Bakrie Telecom, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan, ada 3 alasan kenapa teknologi hijau perlu lebih ditingkatkan.
Pertama, pertumbuhan ICT yang pesat memiliki peran paling besar dalam mendorong pertumbuhan konsumerisme dunia, khususnya di Asia. Kedua, industri ICT menyumbang 2-3 persen dari total emisi karbon dunia. Ketiga, penelitian membuktikan bahwa penggunaan teknologi hijau bisa mengurangi lebih dari 15 persen total emisi karbon dunia. “Kemampuan itulah yang menjadikan Green ICT sebagai sebuah keharusan,” jelas Anindya.
PT Bakrie Telecom menggagas konferensi ini bersama Malk Sustainability Partners dan Global e-Sustainabilty Initiatives.
Langganan:
Komentar (Atom)